Makassar, 30 Desember 2025 — Pemandangan tak lazim terjadi di kawasan Pelabuhan Utama Makassar. Seorang komisaris perusahaan pelabuhan duduk bersama buruh, mendengar langsung keluhan dan tuntutan mereka. Momen itu berlangsung dalam konsolidasi buruh yang digelar Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) di Café Daily, Selasa (30/12/2025).
Forum ini mempertemukan buruh TK Bagasi Hijau–Coklat Pelabuhan Makassar, aktivis, dan pimpinan organisasi pekerja. Hadir perwakilan KPBI Makassar, KPBI Gowa, serta Partai Buruh Exco Makassar. Buruh menyampaikan persoalan nyata di lapangan, mulai dari status kerja yang tidak jelas, pembagian kerja yang dinilai tidak adil, hingga minimnya perlindungan hukum dan jaminan sosial.
Ketua Partai Buruh Exco Sulawesi Selatan, Ahmad Rianto, menegaskan bahwa buruh tidak meminta belas kasihan. “Kepastian upah, jaminan sosial, dan perlindungan hukum adalah hak, bukan hadiah. Negara tidak boleh menutup mata,” ujarnya.
Komisaris Pelindo sekaligus Ketua Umum KPBI, Ilhamsyah, menyebut konsolidasi ini sebagai sinyal kuat bahwa persoalan buruh pelabuhan tidak bisa lagi diabaikan. “Banyak masalah ini sudah lama terjadi, tetapi jarang didengar. Hari ini semuanya dibuka secara jujur,” katanya. Ia memastikan KPBI akan mencatat setiap persoalan, menyusun laporan, melakukan pendampingan, dan mendorong dialog resmi dengan manajemen Pelindo serta pemerintah.
Nada serupa disampaikan Dewan Pembina TK Bagasi Makassar, Usman. Menurutnya, buruh kerap merasa terpinggirkan meski terus bekerja. “Kami hanya menuntut keadilan: kepastian status kerja dan pembagian kerja yang adil,” ujarnya.
Dari forum tersebut, buruh menyuarakan sejumlah tuntutan utama, antara lain transparansi perekrutan dan pembagian kerja, penghapusan praktik kerja “abu-abu”, penguatan jalur advokasi permanen, dialog resmi dengan pengelola pelabuhan dan pemerintah, serta pengawalan hukum atas dugaan pelanggaran.
Buruh pelabuhan menegaskan posisinya bukan sebagai objek, melainkan tulang punggung rantai logistik nasional. Mereka menuntut satu hal yang sama: kepastian dan keadilan.
Sumber : Restu
Editor Tim Redaksi.
