Berau, Kalimantan Timur, Tribun Nusantara.net.— Sejumlah warga Kabupaten Berau menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Pasar Sanggam Adji Dilayas, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, sebagai bentuk penolakan terhadap peluncuran sistem palang parkir elektronik yang baru diterapkan di area pasar tersebut.
Aksi tersebut berlangsung pada Rabu 25/2/2026, di sekitar pintu masuk dan area parkir pasar. Massa yang terdiri atas warga dan sejumlah pedagang menyampaikan aspirasi mereka secara terbuka terkait kebijakan baru tersebut.

Pasar Sanggam Adji Dilayas merupakan salah satu pusat perdagangan utama di Kabupaten Berau yang setiap hari menjadi lokasi aktivitas ekonomi masyarakat, baik pedagang kecil maupun pembeli dari berbagai wilayah sekitar.
Penerapan sistem palang parkir elektronik oleh pengelola bertujuan untuk menata area parkir, meningkatkan keamanan kendaraan, serta mengoptimalkan pengelolaan retribusi parkir secara lebih tertib dan transparan.
Namun, kebijakan tersebut memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah warga menilai penerapan sistem baru ini belum disertai sosialisasi yang memadai. Selain itu, muncul kekhawatiran mengenai kemungkinan kenaikan tarif parkir, keterbatasan kapasitas lahan parkir, serta dampaknya terhadap kelancaran arus kendaraan di sekitar pasar.
Para pedagang juga menyampaikan kekhawatiran bahwa penerapan palang parkir elektronik dapat memengaruhi jumlah pengunjung, terutama apabila pembeli merasa terbebani dengan biaya tambahan atau mengalami kesulitan akses masuk ke area pasar.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Berau maupun pihak pengelola terkait tanggapan atas aksi unjuk rasa tersebut. Warga berharap adanya dialog terbuka antara pemerintah daerah, pengelola pasar, dan perwakilan masyarakat guna mencari solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan bersama.
Penulis: Kamiluddin
