Tribun Nusantara, Jakarta, 26 Mei 2026 – Pada momen yang sangat suci dan penuh berkah, bertepatan dengan peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang menjadi hari raya terbesar dan paling mulia bagi umat Islam di seluruh dunia,
Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, kembali melaksanakan tradisi mulia dan penuh makna yang telah menjadi bagian dari kepemimpinan dan pelayanan negara, yaitu menyerahkan dan menyembelih sebanyak 1.098 ekor sapi kurban yang luar biasa kualitasnya, sebagai bentuk pengabdian, rasa syukur, dan pengorbanan yang tulus demi agama, persatuan, serta kebahagiaan seluruh rakyat Indonesia. Meskipun dalam sebutan yang sering disampaikan dengan angka 1.998 ekor sebagai lambang jumlah yang besar dan penuh makna, angka resmi dan rinci yang ditetapkan dan disiapkan oleh Sekretariat Negara adalah sebanyak 1.098 ekor sapi pilihan terbaik, yang semuanya disiapkan dengan standar kualitas yang sangat tinggi dan memenuhi seluruh persyaratan syariat Isla
Langkah besar dan mulia ini bukan sekadar seremonial atau tradisi belaka, melainkan memiliki makna yang sangat dalam dan luas. Penyediaan dan penyaluran hewan kurban ini merupakan perwujudan nyata dari semangat dan nilai-nilai Idul Adha yang sejati: pengorbanan, ketaatan mutlak kepada perintah Allah SWT, keikhlasan hati, semangat berbagi, persatuan, serta kepedulian yang mendalam terhadap sesama manusia, sebagaimana yang telah dicontohkan dengan sangat sempurna oleh Nabi Besar Ibrahim Alaihissalam dan putra kesayangan beliau, Nabi Ismail Alaihissalam, yang memberikan teladan keimanan dan kesetiaan yang tak tergoyahkan bagi kita semua sepanjang zaman.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa tindakan ini dilaksanakan sepenuhnya demi agama dan demi kemuliaan Hari Raya Idul Adha, agar kebahagiaan, rahmat, dan keberkahan hari yang suci ini dapat dirasakan dan dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari mereka yang hidup di kota-kota besar hingga masyarakat yang tinggal di pelosok desa, di pulau-pulau terluar, serta oleh mereka yang membutuhkan dan kurang mampu yang juga berhak merasakan kemuliaan dan sukacita perayaan agung ini . Melalui langkah ini, negara hadir dan memastikan bahwa setiap warga negara, tanpa terkecuali, dapat berpartisipasi dalam ibadah yang mulia ini dan menikmati hasilnya sebagai wujud persaudaraan dan kesetaraan yang kokoh di bawah naungan negara yang berketuhanan Yang Maha Esa
Sebanyak 1.098 ekor sapi yang disiapkan ini bukanlah hewan biasa, melainkan dipilih secara sangat ketat dan teliti, terdiri dari jenis-jenis sapi unggul seperti Simental, Limosin, Brahman, Sapi Bali, dan jenis sapi berkualitas tinggi lainnya yang seluruhnya berasal dari peternak lokal Indonesia, guna juga mendukung dan memajukan industri peternakan nasional. Setiap ekor sapi memiliki bobot yang sangat besar dan kuat, berkisar antara 800 kilogram hingga mencapai 1,3 ton, dalam kondisi sehat, kuat, tidak cacat, dan memenuhi seluruh ketentuan serta persyaratan syariat Islam untuk dijadikan hewan kurban yang sah dan diterima di sisi Allah SWT. Salah satu sapi utama yang diserahkan secara simbolis di Masjid Istiqlal, Jakarta, bahkan memiliki berat yang sangat luar biasa, mencapai sekitar 1,3 ton, melambangkan besarnya kasih sayang dan perhatian yang diberikan kepada umat dan bangsa ini.
Daging dan hewan kurban ini disalurkan secara teratur, terencana, dan merata ke seluruh pelosok tanah air, menjangkau 38 provinsi dan 514 kabupaten serta kota di seluruh Indonesia, sehingga mencakup total 552 wilayah administratif yang ada . Sebagian besar, yaitu sebanyak 598 ekor, diserahkan kepada pemerintah daerah untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat luas, sedangkan sebanyak 500 ekor lainnya diserahkan kepada lembaga-lembaga pendidikan, pondok pesantren, organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, serta lembaga sosial dan kemasyarakatan yang menjadi penyangga utama kehidupan beragama dan bermasyarakat di Indonesia . Bahkan, untuk memastikan tidak ada daerah yang tertinggal atau kurang terlayani, sebanyak 46 daerah yang kondisinya membutuhkan perhatian khusus justru mendapatkan alokasi lebih dari satu ekor sapi agar keadilan dan pemerataan benar-benar terwujud sepenuhnya .
Pelaksanaan kegiatan besar dan mulia ini sepenuhnya didasarkan pada landasan yang kuat, baik secara hukum negara maupun secara hukum agama. Pengadaannya menggunakan alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui pos Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banpres), yang merupakan praktik dan tradisi yang sudah berlangsung lama serta sah dan benar menurut pandangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) . Hal ini sesuai dengan kaidah fikih dan hadis yang menyatakan bahwa pemimpin negara diperbolehkan bahkan disarankan menggunakan kas negara atau Baitul Mal untuk kepentingan ibadah dan kemaslahatan umum rakyat, yang dalam konteks masa kini diwakili oleh APBN yang dikelola dengan penuh tanggung jawab dan kehati-hatian . Hal ini menegaskan bahwa kurban yang dilaksanakan oleh Presiden ini bukanlah milik pribadi, melainkan milik bersama dan untuk kepentingan bersama seluruh rakyat Indonesia . Selain itu, Presiden Prabowo juga tetap melaksanakan ibadah kurban secara pribadi menggunakan dana sendiri sebagai kewajiban dan ibadah pribadi beliau sebagai seorang muslim yang taat .
Tindakan mulia ini juga memiliki makna yang sangat besar dalam mempererat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya. Hal ini menunjukkan bahwa negara dan pemimpinnya selalu hadir, peduli, dan memelihara nilai-nilai agama serta kemanusiaan yang menjadi dasar berdirinya negara kita. Melalui pembagian daging kurban ini, terjalin hubungan kasih sayang yang erat, kebersamaan yang hangat, serta kesetaraan yang nyata antara si kaya dan si miskin, antara yang memegang kekuasaan dan rakyat biasa, semua sama di hadapan Allah dan dalam persaudaraan manusia. Semangat berbagi dan peduli yang menjadi inti dari Idul Adha ini diharapkan terus tumbuh dan melekat kuat di dalam hati setiap warga negara, menciptakan masyarakat yang semakin rukun, damai, adil, makmur, dan sejahtera, serta semakin kokoh dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama.
kamiluddinPresiden Republik Indonesia
Prabowo Subianto Menyembelikan 1.098 Ekor Sapi Kurban Sebagai I Wujud Pengorbanan Demi Agama Dan Kebesaran Hari Raya Idul Adha Bagi Seluruh Ummat Islam Di Indinesia
Tribun Nusantara
Jakarta, 26 Mei 2026 – Pada momen yang sangat suci dan penuh berkah, bertepatan dengan peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang menjadi hari raya terbesar dan paling mulia bagi umat Islam di seluruh dunia,
Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, kembali melaksanakan tradisi mulia dan penuh makna yang telah menjadi bagian dari kepemimpinan dan pelayanan negara, yaitu menyerahkan dan menyembelih sebanyak 1.098 ekor sapi kurban yang luar biasa kualitasnya, sebagai bentuk pengabdian, rasa syukur, dan pengorbanan yang tulus demi agama, persatuan, serta kebahagiaan seluruh rakyat Indonesia. Meskipun dalam sebutan yang sering disampaikan dengan angka 1.998 ekor sebagai lambang jumlah yang besar dan penuh makna, angka resmi dan rinci yang ditetapkan dan disiapkan oleh Sekretariat Negara adalah sebanyak 1.098 ekor sapi pilihan terbaik, yang semuanya disiapkan dengan standar kualitas yang sangat tinggi dan memenuhi seluruh persyaratan syariat Isla
Langkah besar dan mulia ini bukan sekadar seremonial atau tradisi belaka, melainkan memiliki makna yang sangat dalam dan luas. Penyediaan dan penyaluran hewan kurban ini merupakan perwujudan nyata dari semangat dan nilai-nilai Idul Adha yang sejati: pengorbanan, ketaatan mutlak kepada perintah Allah SWT, keikhlasan hati, semangat berbagi, persatuan, serta kepedulian yang mendalam terhadap sesama manusia, sebagaimana yang telah dicontohkan dengan sangat sempurna oleh Nabi Besar Ibrahim Alaihissalam dan putra kesayangan beliau, Nabi Ismail Alaihissalam, yang memberikan teladan keimanan dan kesetiaan yang tak tergoyahkan bagi kita semua sepanjang zaman.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa tindakan ini dilaksanakan sepenuhnya demi agama dan demi kemuliaan Hari Raya Idul Adha, agar kebahagiaan, rahmat, dan keberkahan hari yang suci ini dapat dirasakan dan dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari mereka yang hidup di kota-kota besar hingga masyarakat yang tinggal di pelosok desa, di pulau-pulau terluar, serta oleh mereka yang membutuhkan dan kurang mampu yang juga berhak merasakan kemuliaan dan sukacita perayaan agung ini . Melalui langkah ini, negara hadir dan memastikan bahwa setiap warga negara, tanpa terkecuali, dapat berpartisipasi dalam ibadah yang mulia ini dan menikmati hasilnya sebagai wujud persaudaraan dan kesetaraan yang kokoh di bawah naungan negara yang berketuhanan Yang Maha Esa
Sebanyak 1.098 ekor sapi yang disiapkan ini bukanlah hewan biasa, melainkan dipilih secara sangat ketat dan teliti, terdiri dari jenis-jenis sapi unggul seperti Simental, Limosin, Brahman, Sapi Bali, dan jenis sapi berkualitas tinggi lainnya yang seluruhnya berasal dari peternak lokal Indonesia, guna juga mendukung dan memajukan industri peternakan nasional. Setiap ekor sapi memiliki bobot yang sangat besar dan kuat, berkisar antara 800 kilogram hingga mencapai 1,3 ton, dalam kondisi sehat, kuat, tidak cacat, dan memenuhi seluruh ketentuan serta persyaratan syariat Islam untuk dijadikan hewan kurban yang sah dan diterima di sisi Allah SWT. Salah satu sapi utama yang diserahkan secara simbolis di Masjid Istiqlal, Jakarta, bahkan memiliki berat yang sangat luar biasa, mencapai sekitar 1,3 ton, melambangkan besarnya kasih sayang dan perhatian yang diberikan kepada umat dan bangsa ini.
Daging dan hewan kurban ini disalurkan secara teratur, terencana, dan merata ke seluruh pelosok tanah air, menjangkau 38 provinsi dan 514 kabupaten serta kota di seluruh Indonesia, sehingga mencakup total 552 wilayah administratif yang ada . Sebagian besar, yaitu sebanyak 598 ekor, diserahkan kepada pemerintah daerah untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat luas, sedangkan sebanyak 500 ekor lainnya diserahkan kepada lembaga-lembaga pendidikan, pondok pesantren, organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, serta lembaga sosial dan kemasyarakatan yang menjadi penyangga utama kehidupan beragama dan bermasyarakat di Indonesia . Bahkan, untuk memastikan tidak ada daerah yang tertinggal atau kurang terlayani, sebanyak 46 daerah yang kondisinya membutuhkan perhatian khusus justru mendapatkan alokasi lebih dari satu ekor sapi agar keadilan dan pemerataan benar-benar terwujud sepenuhnya .
Pelaksanaan kegiatan besar dan mulia ini sepenuhnya didasarkan pada landasan yang kuat, baik secara hukum negara maupun secara hukum agama. Pengadaannya menggunakan alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui pos Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banpres), yang merupakan praktik dan tradisi yang sudah berlangsung lama serta sah dan benar menurut pandangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) . Hal ini sesuai dengan kaidah fikih dan hadis yang menyatakan bahwa pemimpin negara diperbolehkan bahkan disarankan menggunakan kas negara atau Baitul Mal untuk kepentingan ibadah dan kemaslahatan umum rakyat, yang dalam konteks masa kini diwakili oleh APBN yang dikelola dengan penuh tanggung jawab dan kehati-hatian . Hal ini menegaskan bahwa kurban yang dilaksanakan oleh Presiden ini bukanlah milik pribadi, melainkan milik bersama dan untuk kepentingan bersama seluruh rakyat Indonesia . Selain itu, Presiden Prabowo juga tetap melaksanakan ibadah kurban secara pribadi menggunakan dana sendiri sebagai kewajiban dan ibadah pribadi beliau sebagai seorang muslim yang taat .
Tindakan mulia ini juga memiliki makna yang sangat besar dalam mempererat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya. Hal ini menunjukkan bahwa negara dan pemimpinnya selalu hadir, peduli, dan memelihara nilai-nilai agama serta kemanusiaan yang menjadi dasar berdirinya negara kita. Melalui pembagian daging kurban ini, terjalin hubungan kasih sayang yang erat, kebersamaan yang hangat, serta kesetaraan yang nyata antara si kaya dan si miskin, antara yang memegang kekuasaan dan rakyat biasa, semua sama di hadapan Allah dan dalam persaudaraan manusia. Semangat berbagi dan peduli yang menjadi inti dari Idul Adha ini diharapkan terus tumbuh dan melekat kuat di dalam hati setiap warga negara, menciptakan masyarakat yang semakin rukun, damai, adil, makmur, dan sejahtera, serta semakin kokoh dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama.
kamiluddin
