Tribun Nusantara investigasi.selasa 17 Maret 2026.pkl 15.00 wita .
Jalan Raya Berau yang melintasi wilayah Bangun dan Suaran, Kecamatan Sambeliung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, merupakan salah satu jalur transportasi utama yang memiliki peran vital dalam menghubungkan berbagai wilayah di daerah ini. Jalur ini tidak hanya menjadi akses utama bagi mobilitas masyarakat sehari-hari, tetapi juga menjadi jalur penting bagi distribusi barang dan jasa yang mendukung roda perekonomian daerah. Namun, belakangan ini, keindahan dan fungsi dari jalan raya ini mulai terganggu oleh sebuah masalah yang semakin meresahkan, yaitu tumpukan sampah yang berantakan di pinggir jalan. Fenomena ini telah menjadi sorotan tajam bagi masyarakat setempat maupun pihak berwenang, karena dampaknya yang tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan lingkungan yang serius.
Kondisi Lapangan: Tumpukan Sampah yang Menyebar dan Mengganggu
Berdasarkan pengamatan langsung di lokasi, kondisi sampah di pinggir Jalan Raya Berau, wilayah Bangun dan Suaran, terlihat sangat memprihatinkan. Tumpukan sampah tidak hanya terkumpul di titik-titik tertentu, tetapi juga menyebar di sepanjang pinggir jalan, mulai dari area permukiman penduduk hingga ke area yang lebih terbuka di pinggir jalan raya. Jenis sampah yang ditemukan pun sangat beragam, mulai dari sampah rumah tangga seperti plastik kemasan makanan, botol minuman, kertas, sisa makanan, hingga sampah yang lebih besar seperti potongan kayu, barang bekas, dan bahkan kadang-kadang ditemukan sampah konstruksi dari bangunan yang sedang atau telah selesai dibangun.
Sampah-sampah ini terlihat berserakan tanpa adanya pengelolaan yang memadai. Beberapa tumpukan sampah bahkan sudah menumpuk cukup tinggi dan telah ada selama beberapa waktu, sehingga terlihat sudah mulai membusuk. Saat cuaca panas, tumpukan sampah ini mengeluarkan bau yang sangat tidak sedap dan menyengat, yang dapat tercium hingga jarak yang cukup jauh. Sementara itu, saat musim hujan, air larian dari tumpukan sampah ini akan mengalir ke selokan atau langsung ke tanah, membawa serta berbagai zat berbahaya dan bakteri yang dapat mencemari lingkungan.
Selain itu, keberadaan sampah yang berantakan di pinggir jalan raya juga mengganggu kelancaran lalu lintas dan keamanan pengendara. Beberapa tumpukan sampah yang terlalu dekat dengan jalur lalu lintas dapat membatasi pandangan pengendara, terutama pada tikungan atau area yang sempit. Selain itu, sampah-sampah yang berserakan di jalan raya, seperti plastik atau kaca, dapat menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas, karena dapat membuat ban kendaraan tergelincir atau menyebabkan kerusakan pada kendaraan. Banyak pengendara yang mengeluhkan kondisi ini, karena merasa tidak nyaman dan khawatir akan keselamatan mereka saat melintasi jalur ini.
penulis : Kamiluddin
Editor : Tim Redaksi
