Aceh Utara, Tribun Nusantara net – Ketua Umum Peumulia Bangsa Atjeh (PBA), Tgk. Subki Muhammad Bintang, menyayangkan keras dugaan tindakan arogan yang dilakukan oleh oknum TNI terhadap warga sipil yang sedang mengantarkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada malam Kamis, 24/12/2025 sekira pukul 20.30 Wib di seputaran Jembatan Krueng Mane, wilayah Kecamatan Muarabatu, Kabupaten Aceh Utara. Warga yang menjadi korban diketahui bukan pelaku kriminal, melainkan relawan kemanusiaan yang berniat membantu sesama di tengah kondisi darurat bencana.
“Tindakan seperti ini sangat mencederai rasa kemanusiaan dan melukai hati rakyat Aceh. Dalam situasi bencana, seharusnya semua pihak bersatu membantu warga, bukan malah melakukan tindakan represif terhadap relawan,” tegas Tgk. Subki kepada media.
Menurutnya, relawan dan warga sipil yang bergerak membantu korban banjir adalah bagian dari kekuatan sosial yang patut dilindungi, bukan diintimidasi apalagi dianiaya. Ia menilai, jika benar terjadi kekerasan, maka hal tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan profesionalisme aparat.
PBA mendesak Panglima TNI dan institusi terkait untuk segera turun tangan, melakukan investigasi terbuka, serta memberikan sanksi tegas kepada oknum yang terbukti melakukan kekerasan. Tgk. Subki juga menegaskan bahwa aparat negara seharusnya hadir sebagai pelindung rakyat, terlebih di saat masyarakat sedang dilanda musibah.
“Jangan sampai kepercayaan rakyat terhadap aparat luntur akibat ulah segelintir oknum.
Aceh sedang berduka, yang dibutuhkan adalah empati dan perlindungan, bukan kekerasan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI terkait insiden tersebut. Masyarakat berharap kasus ini segera diusut tuntas demi keadilan dan kemanusiaan.
Penulis : (TSA)
Editor: Kanda Ali
