Makassar, 15 Desember 2025 — Di balik ruang-ruang pelayanan yang terus berdenyut selama 24 jam, Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar menorehkan capaian penting. Rumah sakit yang baru beroperasi pada paruh pertama 2025 ini berhasil meraih Akreditasi Paripurna, predikat tertinggi dari Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS).
Penetapan status akreditasi tersebut tertuang dalam Surat LAM-KPRS Nomor 1034/LULUS-AKR/LAM-KPRS/SETIXIII2025 tertanggal 15 Desember 2025. Capaian ini menjadi bukti bahwa dalam waktu singkat, Rumah Sakit UIN Alauddin mampu membangun sistem layanan kesehatan yang bermutu, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Proses akreditasi dilalui dengan ketat dan bertahap. Dimulai dari telusur dokumen dan berkas secara daring pada 5 Desember 2025, hingga survei lapangan (visitasi) oleh tim surveyor LAM-KPRS pada 8–9 Desember 2025. Selama proses tersebut, berbagai aspek dinilai secara komprehensif, mulai dari mutu pelayanan, keselamatan pasien, tata kelola rumah sakit, hingga kesiapan sumber daya manusia dan sarana pendukung.
Direktur Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar, dr. Purnamaniswaty Yunus, M.Kes., menyebut capaian ini sebagai hasil dari kerja kolektif yang dibangun dengan komitmen dan ketulusan.
“Kami bersyukur kepada Allah SWT atas capaian Akreditasi Paripurna ini. Di balik hasil tersebut, ada kerja keras, dedikasi, dan semangat kebersamaan seluruh civitas hospitalia yang setiap hari berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi pasien,” ujarnya.
Menurutnya, akreditasi bukan sekadar penilaian administratif, melainkan refleksi dari budaya kerja yang menempatkan keselamatan dan kenyamanan pasien sebagai prioritas utama.
“Akreditasi Paripurna ini bukan titik akhir, tetapi pijakan untuk terus berbenah, memperkuat tata kelola, serta menjaga budaya mutu dan keselamatan pasien secara berkelanjutan,” tambahnya.
Capaian tersebut juga mendapat apresiasi dari Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D. Ia menilai keberhasilan ini sebagai prestasi strategis yang lahir dari kerja sunyi banyak pihak.
“Raihan Akreditasi Paripurna ini adalah kebanggaan besar. Ini menunjukkan bahwa Rumah Sakit UIN Alauddin hadir bukan hanya sebagai fasilitas layanan kesehatan, tetapi sebagai institusi yang serius membangun kepercayaan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Prof. Hamdan menambahkan, pencapaian akreditasi tertinggi di usia rumah sakit yang relatif muda menjadi modal penting untuk pengembangan layanan dan perluasan kerja sama di masa mendatang.
“Terima kasih kepada Direktur Rumah Sakit, para manajer, seluruh tim kerja pada masing-masing kriteria, serta Dewan Pengawas yang terus memberikan pendampingan dan penguatan. Prestasi ini adalah hasil dari kerja bersama,” pungkasnya.
Dengan diraihnya Akreditasi Paripurna, Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar diharapkan semakin dipercaya masyarakat serta mampu berperan aktif dalam pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan, sejalan dengan nilai keilmuan dan kemanusiaan yang diusung UIN Alauddin Makassar.
Sumber : Humas UIN
Penulis : Mj@.19
Editor : Tim Redaksi
