TERNATE, Tribunnusantara.net – Pemerintah Kota Ternate melalui kegiatan panen perdana terong hasil budidaya dengan pupuk biokonversi menyampaikan sinyal kuat arah baru pertanian ramah lingkungan. Acara ini dihadiri oleh Sekda Kota Ternate yang menegaskan pentingnya beralih ke pupuk organik.
“Panen perdana ini menjadi momentum penting bagi kita untuk memperkuat produksi pangan lokal, yang sebelumnya komoditas terong ini dipasok dari luar,” tutur Sekda Kota Ternate. Ia menambahkan, “Kita harus mulai beralih secara bertahap dari pupuk kimia ke pupuk organik. Produksinya bisa lebih efisien, hasilnya lebih baik, dan tentu berdampak positif bagi lingkungan.”
Kegiatan panen berlangsung di Kelurahan Bula, Kecamatan Ternate Barat, sebagai bagian dari kolaborasi antara pemerintah daerah, sebuah perusahaan biokonversi, dan lembaga sosial kemasyarakatan. Program ini menargetkan siklus panen hingga 20 kali, dengan interval panen tiap 60 hari.
Melalui pendekatan ini, diharapkan petani lokal dapat meningkatkan hasil budidaya, menurunkan biaya produksi, dan memperkuat posisi komoditas hortikultura di pasar lokal. Kesadaran terhadap penggunaan pupuk yang lebih ramah lingkungan juga dianggap sebagai upaya penting dalam menjaga mutu lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.
Sekda kemudian menyerukan agar seluruh petani dan pemangku kepentingan terus berinovasi dan berkolaborasi dalam menciptakan pertanian yang produktif sekaligus lestari.
Tim Redaksi
Editor: St. Aisyah
