Gowa, Sulawesi Selatan – Menjelang rencana aksi yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 30 Desember 2025, di depan kantor Desa Paraikatte. Tim Media melakukan klarifikasi langsung terkait isu pemasangan tiang internet oleh PT MyRepublic di Desa Paraikatte, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Isu ini mencuat setelah adanya rencana aksi dari Gerakan Pemuda Paraikatte yang menilai pemasangan tiang internet tersebut diduga dilakukan tanpa sosialisasi awal kepada warga.
Namun, berdasarkan hasil penelusuran dan keterangan langsung dari sejumlah pihak di lapangan, termasuk Kepala Dusun Sileo’ II serta beberapa tokoh masyarakat dan pemilik toko setempat, diketahui bahwa penolakan tersebut tidak bersifat menyeluruh. Mereka menyebutkan bahwa hanya segelintir warga yang menyampaikan keberatan, sementara sebagian besar masyarakat menunjukkan sikap netral dan memilih menunggu penjelasan resmi dari pihak terkait.
Kepala Dusun Sileo’ II menegaskan bahwa dinamika yang terjadi lebih disebabkan oleh kurangnya informasi yang merata, bukan penolakan mutlak terhadap pembangunan infrastruktur internet. Menurutnya, keberadaan jaringan internet justru dinilai penting untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat, selama prosesnya dilakukan secara terbuka dan melibatkan warga.
Sementara itu, Pemerintah Desa Paraikatte mengambil langkah persuasif dengan membuka ruang dialog seluas-luasnya.
Kepala Desa Paraikatte, Zaenal Abidin, SE, menyampaikan bahwa pihaknya menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, termasuk rencana unjuk rasa yang akan dilakukan besok. Pemerintah desa memastikan akan hadir sebagai fasilitator agar klarifikasi dapat berlangsung secara terbuka dan kondusif.
Bahkan, menurut Zaenal Abidin, pihak PT MyRepublic (Elvira) telah menyampaikan melalui komunikasi langsung via WhatsApp bahwa mereka mengakui adanya kebutuhan klarifikasi di lapangan.
Perusahaan tersebut juga menyatakan kesiapan untuk melakukan sosialisasi ulang serta berdialog langsung dengan masyarakat, dengan difasilitasi oleh Pemerintah Desa Paraikatte.
“Pemerintah desa membuka ruang klarifikasi resmi. Harapan kami, semua pihak bisa duduk bersama, saling mendengar, dan mencari solusi terbaik tanpa konflik,” ujar Zaenal Abidin.
Pemerintah setempat menegaskan bahwa pendekatan musyawarah dan dialog menjadi jalan utama dalam menyelesaikan persoalan ini. Diharapkan, klarifikasi yang dilakukan dapat meredam kesalahpahaman, sekaligus menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan masyarakat dan tetap mendukung pembangunan infrastruktur digital di Desa Paraikatte.
Dengan adanya ruang komunikasi yang terbuka, pemerintah desa berharap aksi yang direncanakan dapat berjalan secara damai, tertib, dan solutif, serta menjadi momentum memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta.
Sumber : Zaenal Abidin, SE
Penulis : Mj@.19
Editor Kanda Ali
