Kaltim, Berdasarkan hasil investigasi Tribun Nusantara pada Selasa, 7 April 2026, pukul 16.30 WITA:
Kondisi Fisik Sekolah yang Mengkhawatirkan Sekolah SMA Negeri 14 yang seharusnya menjadi tempat belajar yang layak dan nyaman bagi para siswa di wilayah tersebut kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Bangunan sekolah yang belum selesai dibangun ini telah ditinggalkan begitu saja, sehingga menjadi mangkrak dalam waktu yang cukup lama.
Dari hasil pengamatan tim investigasi, area sekolah dipenuhi dengan tumpukan kotoran sapi yang menumpuk di berbagai sudut, baik di dalam ruangan kelas yang belum selesai maupun di halaman sekolah. Bau tidak sedap dari kotoran sapi tersebut sangat menyengat dan menyebar ke seluruh area sekolah, yang tentu saja akan sangat mengganggu jika sekolah ini nantinya akan digunakan. Selain itu, tanaman liar dan belukar juga tumbuh subur di seluruh lingkungan sekolah. Tanaman-tanaman liar ini telah menutupi sebagian besar bangunan sekolah, membuatnya terlihat seperti hutan kecil dan sulit untuk diakses. Pagar sekolah juga terlihat rusak dan tidak berfungsi dengan baik, sehingga hewan ternak seperti sapi dapat dengan bebas masuk dan keluar dari area sekolah.
Dampak yang Ditimbulkan
Kondisi sekolah yang mangkrak ini tentu saja memiliki dampak yang besar bagi masyarakat setempat, terutama bagi para orang tua dan siswa yang seharusnya bersekolah di sana. Para orang tua merasa kecewa dan khawatir karena anak-anak mereka tidak mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak. Mereka berharap pemerintah dapat segera menyelesaikan pembangunan sekolah ini agar anak-anak mereka dapat belajar dengan nyaman dan aman.
Selain itu, kondisi sekolah yang dipenuhi dengan kotoran sapi dan tanaman liar juga dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi masyarakat setempat. Kotoran sapi dapat menjadi sarang bagi berbagai jenis bakteri dan virus yang dapat menyebabkan penyakit, sedangkan tanaman liar dapat menjadi tempat tinggal bagi hewan-hewan berbahaya seperti ular dan serangga.
Harapan Masyarakat dan Pemerintah
Masyarakat setempat berharap pemerintah Kabupaten Berau dapat segera mengambil tindakan yang tegas dan nyata untuk menyelesaikan pembangunan SMA Negeri 14 ini. Mereka berharap pemerintah dapat mengalokasikan dana yang cukup untuk menyelesaikan pembangunan sekolah ini, serta melakukan pembersihan dan perawatan secara rutin agar sekolah ini dapat digunakan dengan segera.
Pemerintah Kabupaten Berau juga diharapkan dapat melakukan investigasi lebih lanjut mengenai penyebab pembangunan sekolah ini mangkrak, serta menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab atas hal ini. Selain itu, pemerintah juga diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap pembangunan fasilitas publik lainnya agar tidak terjadi hal yang serupa di masa depan.
Sebagai kesimpulan, kondisi SMA Negeri 14 yang mangkrak di Kampung Karangan, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, adalah masalah yang sangat serius yang perlu segera diselesaikan. Pemerintah dan masyarakat setempat perlu bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini agar anak-anak di wilayah tersebut dapat mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak dan nyaman.
Penulis***Kamiluddin
