TRIBUN NUSANTARA, 26 Maret 2026 — Kegiatan road show dialog budaya atau “Ngaji Budaya” kembali digelar oleh Bangbang Mujianto, ST, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil XII, bertempat di Kantor Desa Trusmi Wetan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari rangkaian agenda serupa yang secara konsisten dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pelestarian cagar budaya lokal. Bangbang Mujianto, ST dikenal aktif menggelar road show Ngaji Budaya sebagai bagian dari tugas legislatif DPRD Jawa Barat dalam mempromosikan dan menjaga warisan budaya daerah.

Desa Trusmi Wetan dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dikenal sebagai pusat Batik Trusmi yang kaya akan nilai budaya pesisir Cirebon. Selain itu, wilayah ini juga memiliki tradisi khas seperti Memayu Buyut Trusmi yang menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat.

Mengusung tema dialog budaya atau Ngaji Budaya, kegiatan ini membahas berbagai hal penting, mulai dari legislasi cagar budaya, hikayat laut, hingga situs-situs lokal yang berpotensi memperkuat identitas budaya berkelanjutan. Diskusi ini juga melibatkan tokoh masyarakat, kuwu atau kepala desa, serta para sesepuh yang merupakan pelaku dan penjaga tradisi budaya di wilayah tersebut.
Tujuan utama kegiatan ini adalah menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mendorong generasi muda untuk lebih peduli dan aktif dalam melestarikan tradisi lokal. Hal ini sejalan dengan inisiatif pemerintah provinsi dalam memperkuat nilai-nilai budaya daerah melalui dialog dan pendekatan partisipatif.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bangbang Mujianto, ST sebagai narasumber utama dan inisiator kegiatan, bersama tokoh masyarakat, kuwu atau kepala desa beserta aparat desa, serta warga Desa Trusmi Wetan. Hadir pula tokoh-tokoh adat dan para budayawan sebagai pelaku seni budaya pesisir Cirebon.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan perwakilan komunitas Batik Trusmi serta generasi muda setempat. Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini memperkuat dialog aspiratif yang membahas hikayat serta situs budaya, sekaligus menjadi wadah bertukar gagasan dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya lokal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif masyarakat untuk terus menjaga identitas budaya daerah sebagai bagian dari kekayaan bangsa yang berkelanjutan.
(Yudi)
