BERAU ( tribunnusantara.net ), Isu terkait kondisi bangunan kantor kampung yang sempat menjadi perhatian warga karena ditumbuhi belukar akhirnya mendapatkan jawaban resmi dari pihak berwenang. Kepala Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Bapak Salehuddin, memberikan klarifikasi menyeluruh terkait permasalahan tersebut kepada tim investigasi Tribun Nusantara.
Pertemuan dan penyampaian klarifikasi ini berlangsung pada hari Senin, 6 April 2026, tepat pukul 12.00 WITA di lingkungan kantor kampung setempat. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Salehuddin secara terbuka menjelaskan latar belakang mengapa area kantor sempat terlihat terbengkalai dan ditumbuhi tanaman liar atau belukar.
Menurut Bapak Salehuddin, periode dari bulan puasa hingga setelah hari raya Lebaran menjadi waktu yang sangat padat bagi seluruh jajaran pemerintahan kampung dan dirinya pribadi. Tumpukan tugas dan kesibukan yang tidak terelakkan menjadi alasan utama mengapa penanganan terhadap area yang ditumbuhi belukar tersebut sempat tertunda.
“Sejujurnya, selama ini kondisi kantor yang ditumbuhi belukar memang terjadi karena kami benar-benar dilanda kesibukan yang sangat banyak, mulai dari masa bulan puasa hingga berlangsungnya hari raya Lebaran,” ujar Bapak Salehuddin saat ditemui tim Tribun Nusantara.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa selama bulan puasa, selain menjalankan ibadah puasa, pihaknya juga harus mempersiapkan berbagai kegiatan keagamaan, sosial, dan administrasi pemerintahan yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Mulai dari persiapan takbiran, pembagian zakat dan sedekah, hingga koordinasi dengan berbagai elemen masyarakat untuk memastikan kelancaran berbagai acara selama bulan suci. Kesibukan ini tidak hanya berhenti saat Lebaran tiba, melainkan berlanjut hingga masa pasca-Lebaran dengan berbagai agenda kunjungan silaturahmi, pelayanan administrasi yang meningkat, serta tugas-tugas pembangunan kampung lainnya yang harus diselesaikan.
“Kesibukan ini benar-benar menyita waktu dan tenaga kami sepenuhnya. Sehingga, urusan pembersihan area kantor yang kemudian ditumbuhi belukar ini sempat tertunda penanganannya karena prioritas tugas yang harus kami selesaikan terlebih dahulu demi kepentingan masyarakat luas,” tambahnya.
Namun, Bapak Salehuddin menegaskan bahwa meskipun sempat tertunda, masalah tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut. Segera setelah kesibukan pasca-Lebaran mulai mereda dan jadwal kerja kembali normal, pihaknya langsung menggerakkan tim dan sumber daya yang ada untuk menangani masalah pembersihan area kantor tersebut.
“Alhamdulillah, setelah semua kesibukan utama selesai, kami langsung fokus menangani masalah ini. Saat ini, area kantor yang tadinya ditumbuhi belukar sudah bersih total dan kembali rapi. Kami juga sudah melakukan serah terima dengan pihak terkait untuk memastikan fungsi dan keindahan kantor kampung dapat kembali optimal dan nyaman digunakan oleh seluruh warga yang membutuhkan layanan,” pungkas Bapak Salehuddin dengan penuh rasa lega dan tanggung jawab.
Dengan adanya klarifikasi resmi ini, diharapkan masyarakat Kampung Dumaring dapat memahami situasi yang terjadi dan kembali merasa tenang dengan kondisi kantor kampung yang kini sudah kembali terawat dan berfungsi sebagaimana mestinya. Pihak kepala kampung juga berkomitmen untuk terus menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan kantor serta fasilitas umum lainnya di masa mendatang.
( kamiluddin )
