Tribun Nusantara.net
Jakarta, 15 November 2025 — Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyambut kunjungan kehormatan Mayor Jenderal Yousef A. Al Hnaity, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yordania, dalam sebuah pertemuan resmi di Markas Besar TNI, Jumat (14/11). Pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam mempererat kerja sama militer antara Indonesia dan Yordania.
Dalam pertemuan tersebut, Panglima TNI memberikan apresiasi tinggi kepada Yordania atas dukungan penuh selama misi airdrop kemanusiaan Indonesia ke Gaza pada 17–28 Agustus 2025. Dukungan Yordania meliputi aspek diplomasi, izin penerbangan (flight clearance), serta penyediaan sarana dan prasarana bagi Satgas Merah Putih TNI yang terlibat dalam operasi tersebut.
Lebih jauh, kedua pihak membahas penguatan kapasitas personel TNI melalui pelatihan di King Abdullah II Special Operation Training Center (KASOTC) di Yordania. Menurut Panglima TNI, pelatihan ini sangat berharga dalam meningkatkan kemampuan operasi perkotaan prajurit TNI.
Tak hanya itu, diskusi antara kedua militer juga menyentuh perluasan kerja sama ke bidang operasi perdamaian (peacekeeping) dan pendidikan militer, sebagai bagian dari komitmen jangka panjang untuk menjaga stabilitas dan memperkuat hubungan bilateral.
Dalam pernyataannya, Panglima TNI menyebut bahwa dialog berlangsung hangat dan bersahabat, mencerminkan kemitraan yang semakin mendalam antara Indonesia dan Yordania, khususnya dalam mendukung perdamaian global.
Sementara itu, kerja sama pertahanan antara kedua negara juga meliputi aspek teknologi. Indonesia dan Yordania akan bersama-sama mengembangkan teknologi drone melalui kolaborasi antara PT Pindad dan perusahaan pertahanan Yordania, Deep Element. Menurut Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Deep Element memiliki keahlian tinggi dalam merancang drone pengawas dan tempur, yang nantinya akan memperkuat kapasitas industri pertahanan domestik Indonesia.
Kunjungan Al Hnaity ke Indonesia ini menegaskan komitmen kedua negara untuk memperdalam kerja sama militer dalam berbagai aspek: kemanusiaan, pelatihan, teknologi, dan pendidikan. Kedua pihak berharap bahwa hubungan militer yang kuat ini akan terus berkembang demi perdamaian dan stabilitas kawasan.
Tim Redaksi
Editor: St. Aisyah
