MAKASSAR — Suasana perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, berlangsung meriah.

Pada Jumat (21/8/2026), Jalan Butta-Butta Caddi, Kelurahan Kaluku Bodoa, berubah menjadi panggung hiburan rakyat. Warga berbondong-bondong hadir menyaksikan lomba karaoke yang dipenuhi suara merdu, tawa, tepuk tangan, dan semangat kemerdekaan.

Puluhan peserta tampil menunjukkan kemampuan terbaik mereka di atas panggung. Beragam karakter suara dan gaya penampilan membuat suasana semakin hidup hingga mengundang antusiasme penonton.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah Kaluku Bodoa Alwan Januar Setiawan, S.STP, Ketua LPM Sudarman, S.Sos, Babinsa Koramil 02 Tallo Serma Burhanudin, Danramil 02 Tallo Mayor Arh Agus Rohmat Hidayat, S.Sos, Kapolsek Tallo AKP Asfada, S.E., M.H., Hasrat, S.Sos., C.LA, Sekretaris LBH No Viral No Justice, serta para ketua RT dan RW 05 Kelurahan Kaluku Bodoa.
Dewan Juri Diisi Penyanyi dan Musisi Lokal.

Untuk menentukan peserta terbaik, panitia menghadirkan dewan juri yang memiliki pengalaman di dunia tarik suara.
Mereka yakni Iccang Dg Labang, penyanyi lagu Pangai Ta Ni Bilang; Syamsul Dg Ancu, pencipta lagu Salimu Naraka sekaligus penyanyi Layang-Layang Tappu; serta Amin Lamanca, penyanyi lagu I Kauji Ku Kanakkuki.
Sementara itu, jalannya acara dipandu Wandy Dg Kulle sebagai pembawa acara. Sosok yang juga dikenal sebagai sutradara dan pemain film Preman Jatuh Cinta tersebut berhasil membuat suasana panggung semakin meriah.
Ruang Hiburan dan Ekspresi Warga
Kegiatan ini digagas oleh owner Lacedda. Konsep hiburan rakyat tersebut mendapat sambutan positif karena mampu menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus menampilkan bakat dan kreativitas.
Perayaan kemerdekaan pun tidak hanya diwarnai kegiatan seremonial. Lomba karaoke menjadi salah satu cara masyarakat menikmati momentum HUT RI dengan penuh kegembiraan.
Semangat kemerdekaan terlihat dari antusiasme warga yang ikut bernyanyi, memberikan dukungan kepada peserta, hingga menikmati hiburan bersama.
Bagi masyarakat Kaluku Bodoa, kemerdekaan bukan hanya tentang upacara dan seremoni, tetapi juga tentang memberikan ruang kepada masyarakat untuk berkarya, mengembangkan talenta lokal, serta menikmati kebersamaan tanpa sekat.
Dari Kaluku Bodoa untuk Makassar, suara warga menggema membawa semangat kemerdekaan.
Merdeka! 🇮🇩
Penulis: Zulfi
Editor: Red
