Tribun Nusantara Tanjung Redeb Berau Kaltim Sabtu, 9 Mei 2026 – Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, hingga awal Mei 2026 ini, ikan dan sayur-sayuran masih menjadi penyebab utama terjadinya inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok di seluruh wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kondisi ini terasa sangat nyata bagi seluruh warga Tanjung Redeb dan sekitarnya, di mana harga kedua komoditas tersebut kerap melonjak tajam akibat terbatasnya persediaan, pengaruh perubahan cuaca yang tidak menentu, serta biaya pengangkutan yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Menanggapi keluhan dan kesulitan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, serta sebagai langkah nyata untuk menekan laju inflasi yang terus berlanjut, akhirnya hadirlah satu terobosan penting yang sangat dinantikan: Penyelenggaraan Pasar Pangan Murah GPM, yang dibuka secara resmi dan beroperasi langsung di halaman Lapangan Pemuda GOR Berau
Pasar Pangan Murah GPM adalah sebuah gerakan dan upaya terpadu yang diselenggarakan secara bersama-sama oleh Pemerintah Kabupaten Berau, instansi terkait, serta para pemasok dan kelompok usaha setempat, yang bertujuan secara khusus untuk menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari — terutama ikan, berbagai jenis sayuran segar, serta kebutuhan lain yang paling sering harganya naik — dengan harga yang jauh lebih murah, terjangkau, dan jauh di bawah harga yang berlaku di pasar-pasar
Penyelenggaraan pasar ini bukan sekadar kegiatan biasa, melainkan jawaban langsung atas permasalahan yang sedang dihadapi warga Berau saat ini. Tujuan utamanya sangat jelas dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat:
Menekan laju inflasi yang selama ini sangat didorong oleh mahalnya harga ikan dan sayuran, sehingga kestabilan harga di wilayah Berau dapat segera terpulihkan;
Meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama bagi keluarga berpenghasilan menengah ke bawah yang paling merasakan dampak kenaikan harga pangan sehari-hari;
Memastikan ketersediaan pasokan yang cukup dan terjamin kesegarannya, sehingga warga tidak perlu khawatir akan kekurangan barang meskipun di luar pasar ini harganya masih relatif tinggi Menjaga stabilitas perekonomian daerah, agar lonjakan harga tidak terus berlanjut dan tidak menimbulkan dampak buruk yang lebih luas bagi kehidupan sehari-hari masyarakat Berau.
Sesuai dengan akar permasalahan yang terjadi — di mana ikan dan sayuran menjadi penyebab utama kenaikan harga — pasar ini secara khusus menyediakan pasokan yang paling banyak dibutuhkan dan selama ini paling mahal harganya. Antara Lain : Tersedia lengkap berbagai jenis ikan yang biasa dikonsumsi sehari-hari, mulai dari ikan layang, ikan kembung, ikan tongkol, ikan bandeng, hingga beragam jenis ikan air tawar yang segar langsung dari tangkapan para nelayan lokal. Harganya dijual jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar tradisional maupun pasar swalayan di sekitar Tanjung Redeb. Pasokan dijamin cukup banyak agar tidak ada warga yang kehabisan kesempatan untuk membelinya.
Juga tersedia melimpah beragam jenis sayuran yang selama ini paling sering mengalami kenaikan tajam harganya: cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, tomat, kangkung, bayam, wortel, terong, hingga berbagai jenis sayuran lainnya. Seluruh sayuran ini didatangkan langsung dari para petani di wilayah Berau maupun daerah penghasil terdekat, sehingga kesegarannya terjaga, kualitasnya terjamin, serta harganya jauh lebih terjangkau dan tidak terbebani biaya pengiriman yang mahal seperti pada pasokan biasa.
Berbagai Kebutuhan Pokok Lainnya
Selain ikan dan sayuran, pasar ini juga menyediakan beras, minyak goreng, gula pasir, telur, tepung, serta kebutuhan pokok lainnya, semuanya dijual dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasaran, guna semakin meringankan beban belanja harian warga.
Banyak warga bertanya, bagaimana bisa harga di Pasar Pangan Murah GPM ini jauh lebih murah padahal di pasar lain harganya masih tetap tinggi? Berikut penjelasannya : Jalur pasokan langsung tanpa perantara: Seluruh barang, terutama ikan dan sayuran, didatangkan langsung dari nelayan dan petani ke lokasi pasar tanpa melalui pedagang perantara yang biasanya menaikkan harga berulang kali. Hal ini memangkas biaya tambahan sehingga harganya bisa jauh lebih rendah.
Dukungan penuh dari Pemerintah Daerah: Pemerintah Kabupaten Berau turut membantu menutupi sebagian selisih biaya pengangkutan dan distribusi, sehingga pedagang tetap bisa menjual dengan harga murah namun tetap mendapatkan keuntungan yang layak.
Pengawasan yang ketat: Seluruh barang yang dijual diawasi secara ketat agar terjamin kesegarannya, kualitasnya baik, tidak ada barang yang rusak atau sudah layu, serta harganya benar-benar sesuai ketentuan yang telah ditetapkan, sehingga masyarakat bisa berbelanja dengan tenang dan merasa puas.
Penulis : KAMILUDDIN
