Gowa, Sulawesi Selatan tribunnusantara.net — Infrastruktur penghubung strategis di Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, kini memiliki akses baru yang lebih aman dan layak. Jembatan Perintis Garuda yang berada di batas Dusun Lemoa dan Dusun Lata, Desa Pattalikang, secara simbolis diresmikan pada 17 Agustus 2026.

Peresmian ditandai dengan dilintasinya jembatan tersebut oleh masyarakat. Jembatan dengan bentang sekitar 40 meter dan lebar 140 sentimeter itu menjadi akses penting yang menghubungkan Desa Pattalikang dengan Desa Moncongloe.
Pembangunan jembatan diselesaikan dalam waktu kurang lebih dua bulan. Pengerjaan tersebut difasilitasi aparat kewilayahan dan dimotori Peltu Bakri selaku Danpos Manuju.
Peltu Bakri mengatakan, aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam pembangunan jembatan tersebut, terutama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.
«“Selama dua bulan pengerjaan, kami fokus memastikan struktur jembatan kuat dan aman. Manfaat terbesar memang dirasakan oleh adik-adik pelajar yang setiap hari harus melintas. Semoga mereka bisa berangkat dan pulang sekolah dengan tenang tanpa takut terjatuh atau terlambat,” ujar Peltu Bakri.»
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut tidak hanya menyangkut akses pendidikan, tetapi juga memudahkan aktivitas masyarakat dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.
Peresmian turut dihadiri Camat Manuju atau perwakilan Pemerintah Kecamatan Manuju, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Gowa, para kepala desa se-Kecamatan Manuju, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Kehadiran unsur legislatif dan pemerintah kecamatan menjadi bentuk dukungan terhadap pembangunan infrastruktur dasar yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat di wilayah pedesaan.
Warga Desa Pattalikang dan Desa Moncongloe menyambut antusias hadirnya Jembatan Perintis Garuda. Selain memperlancar mobilitas, akses tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat serta mempererat hubungan sosial antarwarga kedua desa.
Dengan rampungnya pembangunan Jembatan Perintis Garuda, akses masyarakat kini menjadi lebih mudah, khususnya bagi para pelajar yang sebelumnya menghadapi kondisi jalur yang kurang aman.
Narasumber utama:
Peltu Bakri — Danpos Manuju
Mj@.19
