Tribun Nusantara,Biak Numfor, Yunus krey Nakhoda Kapal Perintis Sabuk Nusantara 98 saat di jumpai di dermaga Numfor 03 mei 2026 pagi untuk di mintai tanggapannya terkait aktifitas bongkar muat tali kuning (tali hutan yang menjalar di pohon), yang menggunakan jasa angkutan kapal perintis Sabuk Nusantara 98 tersebut.

Nakhoda kapal menjelaskan bahwa tali hutan/biasanya di sebut dengan istilah tali kuning itu merupakan komoditi daerah khusus pulau Numfor Biak yang harus di jaga ekosistimnya karena tali kuning ini menjaga stabilitas hutan yang mengandung energi mineral untuk menghidupkan pohon dan hutan di pulau tersebut” pinta krey.

Lanjutnya,sebagai anak asli di pulau Numfor saya berharap jangan di rusak tapi harus tetap dijaga dan di lindungi,karena ketika saya dengan kapal dari arah laut melihat ke dermaga banyak tumpukan tali kuning yang di bentangkan di atas areal dermaga maka saya sangat terpukul”pintanya lagi, maka saya berharap kepada Adat maupun Pemerintah setempat dapat memperhatikan hal ini karena ini merupakan hal yang masuk kategori ilegal dan bebas di ambil tanpa syarat dan aturan,saya sendiri sebagai nakhoda/kapten kapal sangat dilematis antara muat atau jangan muat,tapi secara aturan sesuai S.O.P tapi itulah terpaksa harus di muat katanya,ia berharap Pemerintah dan pihak terkait serta lembaga Adat Numfor sesegera mungkin duduk bersama membicarakan bagian ini sehingga semua prosedur kita bisa dapat bersama menyangkut ini.
Disamping itu ia juga menyampaikan keresahan nya terhadap sistem pajak atau jasa angkutan antara pemilik tali kuning,angkutan truck,buruh dan pihak armada kapal lainnya yang terkesan menekan pemilik tali kuning,kita sama-sama cari makan untuk kelangsungan hidup kita masing-masing maka marilah kita perhatikan nilai kemanusiaan itu sehingga jangan kita rugikan masyarakat masyarakat ekonomi lemah,saya sebagai kapten di kapal ini dan juga sebagai anak asli di pulau Numfor ini saya siap melayani masyarakat sesuai S.O.P kerja kapal dan juga tidak akan menagih biaya yang relatif terlalu berat bagi Masyarakat sebagai pelaku usaha dimana sopir truck,buruh pelabuhan, sudah mahal permintaan nya lalu kenapa saya juga minta harga mahal soal angkutan di kapal? lalu masyarakatau dapat apa dari keringatnya sendiri” pinta Nakhoda KM.Sabuk Nusantara 98.
penulis : Dan Wamaer Herikson W Kbarek
